🔥 Terkini Berita Utama Nasional Teknologi Ekonomi Hiburan Olahraga Info Loker Otomotif Tips dan Trik Pertanian Sumatera Selatan Internasional
Kategori Berita 12 Kategori

© 2026 Kabar AI. Portal Berita Cerdas Terkini.

Nasional

DPR Usul Napi Baca Tulis Bisa Bebas Lebih Cepat, Akademisi Buka Suara

Tuesday, 6 October 2026 - 00:31 Oleh: Kabar AI 0 x dibaca 2 mnt baca
Audio Berita AI

DPR Usul Napi Baca Tulis Bisa Bebas Lebih Cepat, Akademisi Buka Suara
💡

Intisari Berita (AI Summary)

Poin Kunci
  • Akademisi menanggapi usulan DPR yang mendorong kegiatan membaca dan menulis sebagai syarat pertimbangan remisi bagi narapidana.
  • Program literasi dinilai positif untuk mendukung pendekatan rehabilitatif di lembaga pemasyarakatan.
  • Pakar mengingatkan perlunya indikator evaluasi yang objektif serta pemerataan fasilitas buku di seluruh lapas agar kebijakan tidak menjadi formalitas semata.

Akademisi memberikan tanggapan kritis terkait usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mendorong program literasi, seperti membaca dan menulis, dijadikan sebagai indikator keberhasilan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekaligus pertimbangan pemberian remisi hukuman bagi narapidana.

Usulan tersebut mengemuka sebagai bagian dari dorongan merubah pola pembinaan hukum pidana di Indonesia agar lebih berfokus pada rehabilitasi edukatif. Melalui peningkatan kemampuan literasi, para warga binaan diharapkan dapat mengasah kapasitas intelektual dan memiliki bekal keterampilan dasar yang bermanfaat ketika selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat.

Iklan / Sponsor

Kendati menyambut positif semangat peningkatan budaya membaca di penjara, para akademisi menekankan pentingnya pengawasan dan indikator penilaian yang transparan. Pertimbangan pengurangan masa tahanan berbasis literasi dinilai tidak boleh sebatas formalitas, seperti menghitung jumlah buku yang dibaca, melainkan harus mengukur sejauh mana pemahaman serta perubahan kognitif dan perilaku narapidana secara nyata.

Di sisi lain, kesiapan sarana dan prasarana perpustakaan di berbagai lapas Indonesia turut menjadi perhatian utama. Ketersediaan buku-buku bermutu serta tenaga pendamping literasi yang belum merata di setiap daerah dikhawatirkan dapat memicu ketimpangan akses dan keadilan bagi para narapidana dalam meraih hak pemotongan masa hukuman tersebut.

Oleh karena itu, akademisi mendesak agar formulasi kebijakan ini dikaji secara mendalam bersama para pakar hukum, sosiolog, dan praktisi pemasyarakatan. Evaluasi yang objektif dan regulasi yang matang diperlukan agar program literasi ini mampu menekan angka residivisme secara efektif dan tidak disalahgunakan dalam proses pemberian remisi.

🛍️

Rekomendasi Pilihan Pembaca

Penawaran Spesial Terkait Topik Ini
Shopee

Bagaimana Tanggapan Anda?

Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.

Bagikan Informasi Ini:
Bagikan ke WhatsApp
Tautan artikel berhasil disalin! 📋

Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 06 Oct 2026 00:31.

Lihat Sumber Asli

Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

💬 Share WA
Newsletter

Dapatkan Update Terkini

Berlangganan newsletter kami dan jadilah yang pertama menerima ringkasan berita pilihan.

Kami menjaga privasi Anda. Bebas spam.

K

Pasang Aplikasi Kabar AI

Akses berita terkini lebih cepat langsung dari layar HP Anda.