DPR Usul Napi Baca Tulis Bisa Bebas Lebih Cepat, Akademisi Buka Suara
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Akademisi menanggapi usulan DPR yang mendorong kegiatan membaca dan menulis sebagai syarat pertimbangan remisi bagi narapidana.
- Program literasi dinilai positif untuk mendukung pendekatan rehabilitatif di lembaga pemasyarakatan.
- Pakar mengingatkan perlunya indikator evaluasi yang objektif serta pemerataan fasilitas buku di seluruh lapas agar kebijakan tidak menjadi formalitas semata.
Akademisi memberikan tanggapan kritis terkait usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mendorong program literasi, seperti membaca dan menulis, dijadikan sebagai indikator keberhasilan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekaligus pertimbangan pemberian remisi hukuman bagi narapidana.
Usulan tersebut mengemuka sebagai bagian dari dorongan merubah pola pembinaan hukum pidana di Indonesia agar lebih berfokus pada rehabilitasi edukatif. Melalui peningkatan kemampuan literasi, para warga binaan diharapkan dapat mengasah kapasitas intelektual dan memiliki bekal keterampilan dasar yang bermanfaat ketika selesai menjalani masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat.
Kendati menyambut positif semangat peningkatan budaya membaca di penjara, para akademisi menekankan pentingnya pengawasan dan indikator penilaian yang transparan. Pertimbangan pengurangan masa tahanan berbasis literasi dinilai tidak boleh sebatas formalitas, seperti menghitung jumlah buku yang dibaca, melainkan harus mengukur sejauh mana pemahaman serta perubahan kognitif dan perilaku narapidana secara nyata.
Di sisi lain, kesiapan sarana dan prasarana perpustakaan di berbagai lapas Indonesia turut menjadi perhatian utama. Ketersediaan buku-buku bermutu serta tenaga pendamping literasi yang belum merata di setiap daerah dikhawatirkan dapat memicu ketimpangan akses dan keadilan bagi para narapidana dalam meraih hak pemotongan masa hukuman tersebut.
Oleh karena itu, akademisi mendesak agar formulasi kebijakan ini dikaji secara mendalam bersama para pakar hukum, sosiolog, dan praktisi pemasyarakatan. Evaluasi yang objektif dan regulasi yang matang diperlukan agar program literasi ini mampu menekan angka residivisme secara efektif dan tidak disalahgunakan dalam proses pemberian remisi.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniJoran Pancing Set 1.65-2.7m DAIWA Fishing Rod with 1000-7000 Seties reel power handle Reel Rasio Gear 5.2:1 Max Drag10KG Fishing line hook Lure fishing Set Complete
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 06 Oct 2026 00:31.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!