Irjen Roberto GM Pasaribu Resmi Jadi Kepala Divisi TIK Polri
Intisari Berita (AI Summary)
Poin Kunci- Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi TIK Polri pada 1 Oktober 2026
- Roberto GM Pasaribu memiliki pengalaman luas di bidang keamanan siber dan manajemen infrastruktur IT Polri
- Divisi TIK bertanggung jawab atas pengembangan sistem intelijen berbasis AI dan keamanan data sensitif
- Penunjukan ini diharapkan mempercepsakan transformasi digital Polri dan meningkatkan ketahanan siber
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto secara resmi menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri pada awal masa kepemimpinannya, menandai langkah strategis Polri dalam memperkuat infrastruktur digital.
Pemberian jabatan ini diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2026 melalui pernyataan resmi Kapolri di kantor pusat Polri. Meskipun lokasi persidangan tidak disebutkan secara rinci, keputusan tersebut diambil di Jakarta, ibu kota Indonesia, sebagai pusat koordinasi operasional Polri.
Irjen Roberto GM Pasaribu memiliki latar belakang karier panjang di bidang TIK Polri. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Unit Teknologi Informasi di Komando Operasi Polri dan pernah memimpin proyek integrasi sistem data nasional. Pengalamannya di bidang keamanan siber dan manajemen infrastruktur IT diperkirakan akan menjadi aset penting dalam upaya Polri untuk mengadopsi teknologi canggih.
Divisi TIK Polri bertanggung jawab atas pengembangan, pemeliharaan, dan keamanan jaringan internal serta penyediaan layanan digital bagi aparat kepolisian. Dengan adanya kepala divisi baru, Polri berencana mempercepat implementasi sistem intelijen berbasis AI, memperkuat jaringan komunikasi, dan meningkatkan keamanan data sensitif.
Menurut Kapolri, penunjukan Roberto GM Pasaribu diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Polri, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat ketahanan siber. Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus berkolaborasi dengan lembaga pemerintah dan swasta untuk mengembangkan solusi teknologi yang inovatif.
Keputusan ini menandai fase baru bagi Polri dalam menghadapi tantangan keamanan digital di era informasi. Langkah selanjutnya adalah memulai evaluasi infrastruktur TIK yang ada dan merancang rencana implementasi teknologi yang lebih terintegrasi. Dengan kepemimpinan baru, Polri diharapkan dapat lebih responsif terhadap dinamika ancaman siber dan mendukung misi penegakan hukum yang lebih modern.
Rekomendasi Pilihan Pembaca
Penawaran Spesial Terkait Topik IniBEST SELLER! COVER JOK ANTI CAKAR KUCING MODEL EMBOS PRIMA INSTAN TINGGAL PASANG
Bagaimana Tanggapan Anda?
Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.
Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 04 Oct 2026 00:30.
Lihat Sumber AsliKomentar
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!