๐Ÿ”ฅ Terkini Berita Utama Nasional Teknologi Ekonomi Hiburan Olahraga Info Loker Otomotif Tips dan Trik Pertanian Sumatera Selatan Internasional
Kategori Berita 12 Kategori

© 2026 Kabar AI. Portal Berita Cerdas Terkini.

Teknologi

Terungkap: Mahasiswa Undip Ciptakan Kecoak Hybrid Pencari Korban Bencana

Tuesday, 22 September 2026 - 03:30 Oleh: Kabar AI 37 x dibaca 2 mnt baca
Audio Berita AI

Terungkap: Mahasiswa Undip Ciptakan Kecoak Hybrid Pencari Korban Bencana
๐Ÿ’ก

Intisari Berita (AI Summary)

Poin Kunci
  • Mahasiswa Undip mengembangkan Roach Detect, robot biohybrid yang menggunakan kecoak sebagai sensor untuk mencari korban bencana.
  • Perangkat ini mampu menembus celah sempit di reruntuhan bangunan yang tidak dapat dijangkau robot konvensional.
  • Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan tim SAR dalam operasi pencarian korban di zona berbahaya.
  • Tim peneliti berencana menguji coba teknologi ini bekerja sama dengan BNPB untuk potensi integrasi ke peralatan SAR nasional.

Tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) sukses mengembangkan inovasi robotika biohybrid bernama Roach Detect, sebuah perangkat canggih yang memanfaatkan kecoak sebagai sensor hidup untuk mendeteksi lokasi korban bencana. Sistem ini dirancang untuk menembus area sempit dan rubuh yang tidak dapat dijangkau oleh robot konvensional, memberikan solusi baru dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Indonesia.

Kronologi pengembangan Roach Detect dilandasi kebutuhan mendesak akan teknologi SAR yang ringkas dan tahan banting. Tim mahasiswa melakukan kalibrasi khusus pada kecoak agar dapat merespons sinyal tertentu, kemudian menyematkan perangkat sensor mikro yang memantau pergerakan dan getaran tubuh serangga tersebut. Ketika kecoak mendekati area yang mengandung tanda-tanda kehidupan atau gas tertentu, sensor akan mengirimkan data real-time ke operator melalui koneksi nirkabel.

Iklan / Sponsor

Fakta teknis menunjukkan bahwa Roach Detect mampu beroperasi di lingkungan dengan visibilitas nol dan medan yang sangat ekstrem. Berbeda dengan drone atau robot kaki empat yang rentan terjebak puing-puing beton, kecoak memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dan kemampuan manuver superior. Hal ini memungkinkan perangkat untuk memasuki celah-celah sempit di reruntuhan bangunan pasca-gempa atau longsor, sehingga meningkatkan akurasi penemuan korban dalam hitungan menit.

Implikasi dari inovasi ini sangat signifikan bagi kesiapsiagaan bencana nasional, mengingat Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana alam yang tinggi. Penggunaan organisme hidup sebagai bagian dari sistem robotika, atau biohybrid robotics, menandai lompatan teknologi yang efisien dan hemat energi. Selain itu, teknologi ini berpotensi mengurangi risiko cedera bagi tim SAR manusia yang harus memasuki zona berbahaya tanpa jaminan keselamatan penuh.

Ke depan, tim peneliti Undip berencana melakukan uji coba lapangan skala kecil bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga penelitian internasional. Jika berhasil divalidasi, Roach Detect diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam standar peralatan SAR nasional, menjadikan Indonesia sebagai pelopor dalam pemanfaatan biohybrid robotics untuk kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.

Bagaimana Tanggapan Anda?

Pilih reaksi Anda untuk memberikan umpan balik pada artikel ini.

Bagikan Informasi Ini:
Bagikan ke WhatsApp
Tautan artikel berhasil disalin! ๐Ÿ“‹

Artikel ini digenerate secara otomatis oleh AI dan dipublikasikan pada 22 Sep 2026 03:30.

Lihat Sumber Asli

Komentar

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

๐Ÿ’ฌ Share WA
Newsletter

Dapatkan Update Terkini

Berlangganan newsletter kami dan jadilah yang pertama menerima ringkasan berita pilihan.

Kami menjaga privasi Anda. Bebas spam.

K

Pasang Aplikasi Kabar AI

Akses berita terkini lebih cepat langsung dari layar HP Anda.